This artwork is called Cupo-BAP and made from a photograph of our beloved colleague that resigned from the current job. BAP is the initial name of our colleague, Bayu Ade Pramudia. The hardest part of this creation is found the good photograph without asking the photo from him because this artwork was made as a secret project.
Author: arisdn
Paper Cutting Cupo-Plangi
This is my first artwork for Cupo. The idea is simple. Create layered ellipses with different color gradation for each ellipse. We made it on 15 September 2013.
Birthday, Reborn and Born
Birthday.
You may say this day is a special day to the people that born in that day. Every single year we will celebrate this day with family, friends or colleagues or others. Sometimes we are doing some evaluation what we have done and what should we do in the future. The bottom line is on this day, people will show their gratitude for everything that he/she accomplished so far and pray for the best in the future. Including me on my birthday today. Alhamdulillahhirrobilalamin for everything that I got today and Bismillahirrahmannirrahim for everything that I will do or achieve in the future.
CUPO, sebuah utak-atik-gathuk
Mungkin awalnya bisa dianggap sebagai kegiatan iseng untuk mengisi akhir pekan atau untuk refreshing. Melubangi kertas dengan berbagai macam motif atau hiasan kemudian mewarnainya menggunakan cat poster dan disusun menurut urutan gradasi bentuk dan warnanya. Semakin sering membuat, semakin merasa nikmat. Kemudian mencoba merambah bentuk atau tulisan kaligrafi atau motif atau pattern. Untuk saat ini cat yang digunakan masih menggunakan cat poster yang mudah ketika digunakan dan ketika masih ada sisa banyak, bisa digunakan sebagai mainan anak-anak. Mainan yang sederhana, bermain kuas dan warna.
arisdn dot com
Sebagai makhluk Homo Sapiens, melakukan interaksi dengan sesama dapat dikategorikan sebagai suatu kebutuhan, karena pada dasarnya manusia tidak bisa hidup sendiri. Saling membutuhkan. Kegiatan “srawung” atau interaksi ini tidak hanya dilakukan di dunia nyata namun juga di dunia maya. Bahkan mungkin sekarang komposisi interaksi secara virtual lebih besar daripada secara real. Perkembangan “internet of things” dalam kehidupan manusia telah merevolusi tata cara berinteraksi dengan sesama. Begitu pula dengan cara saya untuk berinteraksi.
Loyalitas dan Tradisi
Star Wars ada dimana-mana. Yup, gak hanya ada di bioskop dan shopping mall, tapi di televisi, koran, komputer bahkan di layar monitor smartphone yang saat ini Anda pegang. Bagi yang fans berat, tentunya ini laksana hari raya yang sudah dinanti sejak sekian lama. Bagi yang gak suka, tentunya ini semacam sampah visual yang mengganggu pandangan. Saya sendiri sebagai penggemar merasa bombardir team marketing Disney dan para penggemar Star Wars ini sungguh massive. Hampir tidak ada ruang untuk menghindar atau bersembunyi. Saya sendiri saat menulis ini belum menonton film Star Wars VII, rencana siang ini menontonnya di bioskop dekat rumah.
Konser Iwan Fals, Untukmu Indonesia.
Istora Senayan, 21 November 2015.
Sebagai generasi yang tumbuh dan besar di era kejayaan Orde Baru, lagu-lagu Iwan Fals membuka telinga dan mata saya tentang realita jaman itu. Yang kemudian lagu-lagunya banyak kami mainkan sambil gitaran di perempatan atau pos kamling dekat rumah. Bahkan menginspirasi saat aktif demonstrasi jalanan saat jadi mahasiswa tahun 1998. Dari dulu pengen banget bisa nonton konsernya. Malam ini mumpung beliau konser di Jakarta, disempatkan untuk menikmati.
Penampakan brand dalam The Martian
Eksplorasi angkasa luar dan usaha untuk menemukan tempat baru yang (mungkin) layak untuk ditinggali manusia terus dilakukan. Termasuk mengangkatnya sebagai tema sebuah film. Sudah cukup banyak film dengan tema ini, jadi silakan cari sendiri dan bandingkan. Dan juga film tentang pencarian orang hilang atau film tentang kesendirian yang pada akhirnya menjadi topik sentral juga sudah cukup banyak.
Mari kita diskusikan tentang brand atau produk yang muncul dalam film ini. Entah itu official atau sekilas lalu. Dalam The Martian, brand yang tampil memang tidak ada yang dominan. Sehingga cukup sulit untuk menilai apakah brand tersebut official sponsor atau bukan.
Powerbank adalah koentji
Yup, benda ini hukumnya wajib bawa dan terisi jika bepergian, khususnya di Eropa. Karena tidak semua coffee shop, lounge, restaurant yang menyediakan colokan listrik untuk hape. Kalau wifi, rasanya banyak tempat yg sediakan gratis. Kalau mau gratis lagi, masuk ke toko fashion branded, biasanya mereka sediakan free-wifi. Karena:
– memberikan kemudahan suami/cowok tenggelam dalam dunia browsing, sementara istri/cewek shopping atau berlama-lama di toko.
– memudahkan suami/cowok membelikan sesuatu atau titipan dari istri/cewek nya yg gak ikut, yaitu dengan Whatssapp atau media chatting lainnya. Sehingga gak salah beli model/warna. Foto, kirimkan dan tunggu jawaban pasangan. Kalau cocok ya deal, pemasukan buat toko.
*nulis status sambil makan siang & nunggu gerimis reda di Museum Louvre, 22 September 2015
Catatan Perjalanan 26 September 2015
Nampaknya teknologi ICE (information, communication, entertainment) yang digunakan di trayek DXB – WAW ataupun WAW – DXB ini memang teknologi lama, masih pakai layar kecil, low resolution dan kita harus nurut channel yg ada. Pesawatnya pun masih yang Airbus A330-200. Beda dengan rute ke CGK yang menggunakan layar televisi lebih besar dan hi-res, serta pilihan hiburan yg beragam, pun dengan pesawat Boeing 777-300ER generasi terbaru. Mungkin ini bagian strategi mereka utk berkompetisi di kawasan Asia.
*sambil nunggu panggilan boarding








