Reformasi Dua Dekade Yang Lalu Dalam Rekaman Lensa Kamera dan Ingatan Saya

Hari ini 20 tahun yang lalu, tepatnya 21 Mei 1998, tanggal yang menjadi catatan sejarah perjalanan bangsa Indonesia, khususnya gerakan mahasiswa. Tanggal dimana penguasa Orde Baru, Soeharto, menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Presiden Republik Indonesia. Jabatan yang telah beliau emban selama 32 tahun. Peristiwa yang kemudian menjadi catatan sejarah juga dalam perjalanan hidup saya.

Mencoba mengingat-ingat peristiwa-peristiwa yang terjadi 20 tahun lalu, rasanya sulit sekali. Saya sendiri tidak ingat bagaimana perkuliahan saya waktu itu, rasanya saya jarang masuk kuliah dan rasanya pihak kampus pun juga tidak banyak melakukan kegiatan di kelas/studio. Semua perhatian tertuju di demonstrasi jalanan dan fokus dengan berbagai kejadian di Jakarta. Beberapa demonstrasi dilakukan di Surabaya, diantaranya di Tugu Pahlawan dan terntunya di kampus ITS Surabaya. Dengan modal kamera analog (iya yang masih pakai klise atau film negatif) dan manual (yang harus dikokang untuk pindah ke film berikutnya), merk Yashica FX-3, saya bersyukur bisa mengabadikan beberapa kejadian yang terjadi di hadapan dan disekitar saya. Seingat saya, ada beberapa foto yang sempat saya cetak, namun sampai hari ini ketika saya cari lagi, saya tidak menemukannya. Termasuk klise/filmnya. Semoga tidak hilang dan hanya keselip saja.

ITS_Rektorat_arisdn
Demonstrasi di Rektorat ITS. Rasanya ini dilakukan setelah peristiwa penembakan para mahasiswa oleh aparat keamanan di Jakarta. Tanggal kejadian saya tidak ingat. Siapa yang memfoto saya juga tidak ingat, yang pasti bukan saya karena saya ada di foto ini.
ITS_arisdn_01
Berangkat menuju Bundaran ITS. Hari dan tanggal, saya tidak ingat. Yang pasti sebelum 20 Mei 1998, bisa tanggal 18 atau 19 Mei. Kemungkinan besar adalah 19 Mei karena hari Selasa (kecil kemungkinan demo di hari Senin)
ITS_arisdn_02
Yang ada di foto ini adalah para mahasiswa Teknik Lingkungan, yang saat itu menjadi tetangga mahasiswa Desain Produk di Gedung H.
ITS_arisdn_03
Para panitia yang merupakan perwakilan dari berbagai jurusan di ITS
ITS_arisdn_04
Rombongan mahasiswa yang long march menuju Bundaran ITS dan nampak sedang diliput oleh media asing.
ITS_arisdn_05
Tumplek blek di Bundaran ITS
ITS_arisdn_06
Mas Abu dari Teknik Kelautan sedang memberikan orasi
ITS_arisdn_07
Tidak hanya mahasiswa ITS yang hadir di Bundaran ITS ini, namun ada juga beberapa perwakilan dari kampus yang lain seperti nampak di bagian belakang dengan warna jas yang lebih gelap.
ITS_arisdn_08
Khidmat menyanyikan Indonesia Raya
ITS_arisdn_09
Unjuk Rasa penyampaian pendapat dan aspirasi yang berlangsung aman dan tertib.
ITS_arisdn_10
Rekan-rekan dari Desain Produk Industri ITS Surabaya
ITS_arisdn_11
Selesai demo dan pulang dengan tertib
ITS_arisdn_12
Para panitia (entah mereka ini Steering Committee atau Organizing Committee) yang mempersiapkan unjuk rasa.
ITS_arisdn_13
Lega karena semua berjalan baik sesuai rencana dan tidak ada aksi kekerasan atau provokasi
ITS_arisdn_14
Mungkin kalau jaman dulu sudah ada selfie atau wefie, saya ikut bergabung berfoto bersama mereka. Jaman itu yang ada adalah menghemat roll film. Foto yang perlu saja.
ITS_arisdn_15
Briefing penutup oleh Presiden BEM ITS, Hari Irawan. Jika ada wajah teman atau kolega yang anda kenal, silakan dishare. Saya yakin ini foto langka dan saat ini jadi berharga 🙂
ITS_arisdn_16
Entahlah ini siapa yang memfoto, tapi saya berterima kasih atas hasilnya. Karena masih fokus dan menjadi kenangan berharga bagi saya karena pilihan saya menjadi Mat Kodak untuk mengabadikan peristiwa membuat saya lebih banyak dibalik lensa.

Mengenai kepergian saya bersama rombongan teman-teman mahasiswa ITS Surabaya ke Jakarta, meski di 21 Mei 1998 saat pagi hari Pak Harto menyatakan mundur, namun kami tetap pada rencana awal. Bergabung dengan mahasiswa lain dan berjuang di Gedung DPR/MPR. Siang itu kami berangkat dari Terminal Bus Purabaya di Bungurasih dengan menyewa 1 bus malam menuju Jakarta. Sampai di Jakarta pada Jumat 22 Mei 1998 di Terminal Lebak Bulus. Ada berkahnya juga saya terpisah dengan rombongan saat di terminal ini, karena saya kemudian memutuskan langsung menuju Gedung DPR/MPR dan mengalami sendiri kondisi saat itu. Mencoba mengingat lagi kronologisnya, nampaknya banyak yang sudah terlupa. Selanjutnya biar foto-foto dibawah ini saja yang bercerita.

Gedung-DPR_arisdn_01
Suasana halaman Gedung DPR/MPR saat Jumat 22 Mei 1998 pagi
Gedung-DPR_arisdn_02
Suasana halaman Gedung DPR/MPR saat Jumat 22 Mei 1998 pagi. Meski sudah banyak yang meninggalkan Gedung ini karena merasa perjuangan telah selesai, namun masih banyak juga yang masih bertahan karena perjuangan belum selesai.
Gedung-DPR_arisdn_03
Cuaca Jumat saat itu adalah mendung, sehingga banyak massa di halaman gedung ini tanpa takut kepanasan.
Gedung-DPR_arisdn_04
Penampakan lain dari suasana Gedung DPR/MPR saat 22 Mei 1998.
Gedung-DPR_arisdn_05
Menjelang siang suasana bertambah ramai dan massa semakin banyak yang hadir di Gedung DPR/MPR
Gedung-DPR_arisdn_06
Aksi pasang spanduk di Gedung DPR/MPR.
Gedung-DPR_arisdn_07
Adnan Buyung Nasution memberikan orasi pada saat siang hari.
Gedung-DPR_arisdn_08
Setelah sholat Jumat, jumlah massa makin bertambah dan makin banyak di halaman gedung. Bersyukur bisa bertemu beberapa mahasiswa ITS yang sebelumnya sudah datang ke Gedung DPR/MPR Jakarta.
Gedung-DPR_arisdn_09
Menjelang sore, massa yang mengaku atau mengatasnamakan sebagai pendukung Presiden Habibie makin bertambah banyak dan dikhawatirkan akan terjadi bentrokan dengan massa yang kontra ditunjuknya Habibie sebagai Presiden.
Gedung-DPR_arisdn_10
Penampakan saya 20 tahun silam. Ketika saya mencoba mengingat apa saja yang saya bawa di tas ransel saya (selain kamera dan baju ganti), saya menjadi takjub sendiri. Kok nekat ya saya waktu itu? Duit sangu ala kadarnya, bekal seadanya dan gak kenal siapa-siapa.
Gedung-DPR_arisdn_11
Istirahat sejenak dan berdiskusi dengan rekan-rekan yang lain sambil minta tolong untuk difoto. Dikala itu belum ada istilah selfie atau wefie. Bahkan untuk tahu hasilnya ya harus melalui proses cuci cetak film terlebih dulu. Kurus, dekil, kurang tidur.
Gedung-DPR_arisdn_12
Panggung rakyat di dalam Gedung DPR/MPR
Gedung-DPR_arisdn_16
Beberapa mahasiswa ITS Surabaya sedang merundingkan apa langkah yang akan kita ambil. Karena malam itu, ada perintah untuk mengosongkan Gedung DPR/MPR dan kami akan dievakuasi oleh para Marinir. Sempat ada desas-desus para Sniper sudah disebar dan akan mengambil tindakan jika evakuasi mendapatkan perlawanan. Situasi yang mencekam saat itu.
Gedung-DPR_arisdn_13
Pada akhirnya, para mahasiswa harus dievakuasi meninggalkan Gedung DPR/MPR menggunakan bus-bus yang sudah disiapkan aparat dan dikawal oleh para Marinir.
Gedung-DPR_arisdn_15
Rombongan evakuasi berjalan perlahan saat dini hari menuju Kampus Unika Atma Jaya
Gedung-DPR_arisdn_17
Terhenti di bundaran Semanggi.
Gedung-DPR_arisdn_18
Kampus Atma Jaya saat Sabtu 23 Mei 1998 pagi hari. Evakuasi yang berjalan aman dan terhitung lancar. Bus-bus tersebut kemudian akan mengantarkan para mahasiswa tersebut kembali ke kampusnya masing-masing.
Gedung-DPR_arisdn_19
Rombongan mahasiswa dari ITS Surabaya
Gedung-DPR_arisdn_20
Foto bersama sebelum kembali ke kampus ITS Surabaya menggunakan kereta api dari Stasiun Senen.

Banyak peristiwa yang saya alami dan saya banyak belajar dari peristiwa tersebut. Salah satunya adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat masa Reformasi di tahun 1998. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dan berpartisipasi aktif pada masa itu. Lebih bersyukur lagi bahwa saya mempunyai dokumentasi yang bisa saya bagikan atau ceritakan setidaknya kepada anak-anak saya. Tanpa terasa, sudah 20 tahun yang lalu peristiwa tersebut terjadi. Masa saat kita muda dan berbahaya. Blog ini adalah catatan kehidupan saya dan peristiwa-peristiwa yang terjadi saat 20 tahun yang lalu akan sayang jika saya simpan sendiri, termasuk foto-foto diatas. Jika pada akhirnya kemudian rekan-rekan yang dulu ikut berjuang bersama ikut berbahagia, setidaknya karena menemukan foto dirinya atau foto teman-temannya dalam tulisan ini, saya pun ikut senang dan bahagia.

Bahagiamu, bahagiaku pasti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s